MENGENAL ALLAH SEPANJANG MASA
الحمد لله رب العالمين.أشهد أن لا إله إلا الله، و أشهد أن محمدا عبده و رسوله. اللهم صل على محمد و على أله وصحبه أجمعين. أوصيكم و إياي بتقوى الله قفد فاز المتقون ولا تموتن إلا و أنتم مسلمون
قال الله تعالى:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
وقال:
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا
وقال:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا. يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما
فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد و شر الأمور محدثاتها، و كل محدثة بدعة، و كل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر3x
الله أكبر ولله الحمد.
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah yang senantiasa melimpahkan nikmat Iman dan Islam, setelah itu pemahaman kita yang benar terhadap Islam dan niat yang jujur dalam pengamalan Islam ini. Tidak hanya kita pilih mana-mana yang sesuai dengan keinginan kita, sementara kita meninggalkan hal-hal yang karena kita tidak suka.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad , para sahabat dan seluruh ummat manusia yang istiqomah mengikuti jalannya hinga hari kiamat kelak.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Pada pagi ini, hari ini seluruh ummat Islam merayakan hari raya, hari kemenangan setelah sebulan penuh melampaui tarbiyah, Hari Raya Idul Fitri, hari boleh berbuka di siang hari dan semoga kita menjadi seperti bayi yang baru saja dilahirkan dari ibu kita sebagaimana Allah janjikan. Sungguh celaka bagi orang yang bertemu Ramadlan, hingga bulan itu berakhir, dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah. Hal ini karena ia menyia-nyiakan kesempatan baik selama Bulan Ramadlan. Semoga kita benar benar menjadi hamba yang bertaqwa sebagaimana yang tercantum dalam syari’at shoum yaitu untuk mencetak peribadi muttaqi, yang taat dan takut kepada Allah . Mentaati perintah-Nya sehingga berhak mendapatkan pahala yang baik baik di dunia maupun di akherat, serta menghindari larangan-Nya karena takut akan siksa-Nya.
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Baqarah[2]:183).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Ada hal yang harus kita waspadai selepas Ramadlan. Biasanya masjid kembali sepi, sholat jama’ah kembali terlalaikan, tilawah Qur’an kembali terabaikan, sehingga seorang mengenal Rabbnya hanya pada Ramadlan. Maka seorang yang bertaqwa seyogyanya mengenal Rabbnya, Ilahnya sepanjang hayat. Banyak hal yang menjadi entri point penilaian keimanan hamba. Namun pada kesempatan kali ini hanya beberapa hal saja yang akan kita renungkan karena keterbatasan waktu dan kesempatan.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
1. Tauhid jauhi Syirik.
Kewajiban bertauhid merupakan kewajiban pertama yang dibebankan oleh Allah kepada hamba.
فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات والله يعلم متقلبكم ومثواكم
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu. (Muhammad [47]:19).
Dalam masalah tauhid ini ada tiga bagian yang harus kita imani yaitu:
a. Allah sebagai satu-satunya Rabb (Pencipta, Pengatur dan Pemilik). Allahlah yang menciptakan kita, Allahlah yang paling tahu bagaimana cara manusia hidup. Karena itu hanya aturan Allah, undang-undang Allah yang paling pas untuk mengatur manusia. Dalam bentuk aturan dan undang-undang Allah itulah ketentuan-ketentuan keseimbangan alam ini diatur. Keseimbangan siang dan malam, keseimbangan bumi dan langit, keseimbangan jasmani dan rohani, keseimbangan duniawi dan ukhrowi, keseimbangan social, keseimbangan politik, keseimbangan hidup dan mati. Dan akhirnya hanya kepada Allahlah kita kembali karena memang segala ini milik Allah . Inilah yang disebut Tauhid Rububiyah.
Kenyataan hidup ini, banyak aturan-aturan yang dijunjung tinggi, di taati, disakralkan padahal dibanyak sisi bertentangan dengan ketentuan dari Allah .
يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. (Al Baqoroh [2]:21)
b. Allah sebagai satu-satunya sesembahan (Ilah) yang berhak dan benar disembah. Tauhid inilah yang disebut Uluhiyah. Tauhid inilah yang menjadi inti dakwah seluruh Nabi dan Rosul.
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت فمنهم من هدى الله ومنهم من حقت عليه الضلالة فسيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة المكذبين
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al-Nahl [16]:36)
c. Allah mempunyai nama-nama dan sifat-sifat sebagaimana yang Allah tetapkan untuk dirinya sendiri dan Rasulullah tetapkan bagi Allah dalam hadits-hadits yang shohih. Kita wajib menyakini dengan sepenuh hati. Inilah yang dikenal dengan Tauhid asma’ wa shifat. Kita menyikapi dan berperilaku terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah yang mulia ini dengan benar sebagaimana Rasul dan sahabat contohkan.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Namun jama’ah, saat ini banyak kita dengar dan dapati di tengah-tengah masyarakat berbagai macam bentuk kesyirikan sejak menyembah selain Allah, berkorban kepada selain Allah, penyembahan kuburan, meminta kepada penghuni kubur, sihir, percaya kepada peramal, praktek perdukunan hingga amalan-amalan asma’ yang tidak ada tuntunannya secara benar dari Rasul . Padahal Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, jika pelaku kesyirikan tersebut hingga wafatnya tidak bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha.
إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء ومن يشرك بالله فقد ضل ضلالا بعيدا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.(An Nisa [4]:116)
Menjauhi syirik itulah yang dipesankan pertama oleh Luqmanul hakim kepada anaknya.
وإذ قال لقمان لابنه وهو يعظه يا بني لا تشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar". (Luqman [31]:13).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
2. Tegakkan sholat
Selama Ramadlan kita dibina untuk sholat jama’ah, memakmurkan masjid, menegakkan sholat tarawih bahkan sebagian menegakkannya pada tengah malam hingga menjelang shubuh. Akankah kebiasaan baik ini berlanjut. Padahal termasuk orang yang lalai dari sholatnya adalah tidak melaksanakan tepat waktu, tidak memperhatikan syarat dan rukunnya, tidak berjama’ah di masjid bagi laki-laki padahal tidak udzur syar’i.
Imam Qotadah menyatakan:bahwa إقامة الصلاة adalah menjaga akan waktunya, wudlu’nya, rukuk dan sujudnya. (Tafsir Ibnu Katsir: I/69)
Orang yang bertaqwa senantiasa perhatian dengan sholat. Ia akan menegakkan sholat dengan penuh perhatian, memperhatikan syarat dan rukunnya. Bahkan ini merupakan parameter utama dalam sikap dan pandangan hidup seorang muslim.
Terkait dengan masalah memperhatikan sholat, Alloh telah mengisahkan
فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلاة واتبعوا الشهوات فسوف يلقون غيا. إلا من تاب وآمن وعمل صالحا فأولئك يدخلون الجنة ولا يظلمون شيئا
Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun” (Q.S. Maryam (19):59 – 60)
Sa’id bin Musayyib mengatakan “ghayy” yaitu lembah di neraka yang sangat dalam dasarnya lagi tidak enak rasanya.
Imam Ibnu Katsir mengomentari menyia-nyiakan sholat itu dengan kata-kata cukup pedas:
وإذا أضاعوها فهم لما سواها من الواجبات أضيع،
Artinya: “Dan jika mereka meremehkan masalah sholat, maka untuk masalah kewajiban yang lain pasti mereka lebih meremehkan.(Tafsir Ibnu Katsir: 5/181)
فويل للمصلين. الذين هم عن صلاتهم ساهون
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,(Al Maa’uun [107]:4-5).
Shahabat Ali bin Ali Abi Thalib pernah berkata:
لاَ صَلَاةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلَّا فِيْ الْمَسْجِدِ. قِيْلَ : وَمَنْ جَارُ الْمَسْجِدِ؟ قَالَ: مَنْ سَمِعَ الْأَذَانَ.
"Tidak ada shalat bagi tetangga masjid kecuali di masjid." Seseorang bertanya, 'Siapakah tetangga masjid?" "Yaitu orang-orang yang mendengar adzan."
Ini pula yang diwasiatkan oleh Lukmanul Hakim kepada anaknya:
يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانه عن المنكر واصبر على ما أصابك إن ذلك من عزم الأمور
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Luqman[31]:17)
Masih sering kita dapati orang lain bahkan kita, terasa tidak mengapa dengan mengakhirkan sholat, tidak mengapa seorang laki-laki tidak sholat berjamaah di masjid padalah tidak ada halangan syar’i untuk tidak ke masjid. Sering kita sholat tidak tumakninah dan yang lain-lain. Kita hanya sholat rubuh gedhang, yang penting menggugurkan kewajiban menurut anggapan kita. Dengan keadaann kita yang begini, kita menuntut banyak kepada Alloh, menuntut kesuksesasn, dimudahkan rizqi kita, mohon dimudahkan urusan kita, sementara kita tidak menunaikan kewajiban minimal kita dalam batas minimal sekalipun. Hendaklah kita malu kepada Alloh
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
3. Pertajam kepekaan social
Selama shoum, kita mencegah diri dari makan dan minum. Sehingga kita bias ikut merrasakan bagaimana penderitaan orang yang serba hidup dalam kekurangan. Kebutuhan primer sehari-hari mereka jarang mereka dapatkan dengan penuh. Karena itu hendaknya rasa social kita makin bertabah selepas Ramadlan. Apalagi diujung Ramadlan diwajibkan zakat fitrah yang tujuan utamanya adalah “thuhratan li al-shaaim” (membersihkan (dosa-dosa) orang yang shoum) dan “thu’matan li al-masakin” (memberi makan orang miskin).
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ (رواه أبو داود)
Dari Ibnu ‘Abbas ra berkata: Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang shoum dari dosa laghwun dan perkataan keji, dan memberi makan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikan sebelum sholat Id, maka itulah zakat yang diterima dan barang siapa yang menunaikan stelah sholat Id, maka itu hanya dihitung sebagai shodaqoh (biasa) diantara shodaqoh-shodaqoh. (H.R. Abu Daud)
Banyak sekali kita jumpai perintah untuk mengeluarkan harta baik dalam bentuk zakat ketika memang sudah masuk nishob dan haul ataupun dalam bentuk infaq dan shodaqoh biasa, antara lain:
وأنفقوا من ما رزقناكم من قبل أن يأتي أحدكم الموت فيقول رب لولا أخرتني إلى أجل قريب فأصدق وأكن من الصالحين
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?" (Al Munafiqun [63]:10).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Gemar shodaqoh juga merupakan cirri orang yang bertaqwa:
الذين ينفقون في السراء والضراء والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (ali ‘Imran [3]:134)
Namun ditengah-tengah masyarakat masih banyak kita jumpai pihak-pihak yang hanya mementingkan diri sendiri. Ada yang giat korupsi, ada yang tidak memperhatikan orang miskin. Sementara itu terkadang kebijakan penguasa baik legislative maupun eksekutif, pada kebijakan-kebijakan tertentu disinyalir kurang peka terhadap kemiskinan, keterpurukan rakyat, pendidikan yang masih terbelakang sehingga pada gilirannya akan melahirkan generasi yang jahil dari norma dan etika beragama dan hidup bermasyarakat.
Maka dengan shoum diharapkan kepekaan social kita akan makin tajam sehingga keseimbangan social ini bias terwujud atau berada pada level menentramkan kehidupan ummat.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
4. Jaga makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal dengan hanya yang halal, agar doa didengar Allah.
Ketika Ramadlan, seorang muslim sangat menjaga makan dan minumnya. Ia sahur dengan yang halal, berbuka juga dengan yang halal. Sandang yang kita pakai, papan di mana kita berteduh, pangan yang kita konsumsi akan sangat besar pengaruhnya bagi baik dan tidaknya hati kita. Jika kita terbiasa berada pada pemenuhan kebutuhan dengan harta yang haram, maka apa yang kita ucapkan, apa yang kita kerjakan dan apa yang kita pikirkan besar kecilnya akan buruk pula. Jangan-jangan permasalahan social kita selama ini akibat sandang, papan dan pangan kita yang haram.
Rasul bersabda:
لا يدخل الجنة جسد غدي بالحرام
Tidak akan masuk jannah tubuh yang diberi makan dengan yang haram. (H.R Ahmad III/399, hadits hasan).
Rasul juga bersabda:
كل جسد نبت من سحت فى النار أولى به
Setiap tubuh yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih pantas baginya. (Hadits Shohih R Baihaqi (5375) dan asalnya dalam Shohihain).
Ada sebuah kisah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ }
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ (رواه مسلم وأحمد)
Dari Abu Hurairoh ra.berkata: Rasulullah telah bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana apa yang Allah perintahkan kepada para utusan, lalu Rasul membaca ayat (yang artinya: pen) Wahai Para Rasul makanlah (makanan) yang baik-baik dan berbuatlah amal sholih, sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan. Rasul juga membaca ayat yang artinya: Wahai manusia makanlah (makanan) yang baik dari apa yang telah kami anugerahkan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan: “Ada seorang laki-laki yang melakukan perjalan jauh hingga rambutnya penuh debu. Ia mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: Yaa Rabb, yaa Rabb, sedangkan tempat makanannya haram, tempat minumannya haram, pakaiannya haram dan makannya haram juga, maka bagaimana doanya akan dikabulkan!” (H.R Muslim :1015, Ahmad :2/328)
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Hadirin, itulah beberapa hal yang perlu kita renungkan, jangan kita seperti ungkapan Bisyir yang dinukil oleh Ibnu Rajab dalam kitab "Lathaiful Ma'arib ":
: بِئْسَ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ لَا يَعْرِفُوْنَ اللهَ حَقّاً إِلَّا فِيْ رَمَضَانَ, وَإِنَّمَا الصَّالحُِوْنَ الَّذِيْنَ يَعْرِفُوْنَ اللهَ سَنَةً كُلَّهَا
"Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal Allah melainkan hanya di bulan ramadhan saja. Adapun orang shalih adalah yang senantiasa mengingat Allah sepanjang masa."
Sebagai renungan ayat kauniyah mari kita simak berikut ini.
Ular akan melakukan “ritual” puasa jika menginginkan “awet muda” dan “cantik”. Dan untuk mewujudkan keinginannya tersebut ular akan “benar-benar” puasa. Tidak makan, walaupun diberi makan. Sabar, tidak mudah marah walaupun sedang diganggu. Kesungguhan puasa ular ini memberikan hasil bergantinya kulit luar dengan kulit yang baru yang kelihatan “indah”. Sehingga ular akan selalu kelihatan “cantik”. Dengan kulit yang selalu baru, halus dan kencang. Membuat ular “senang” dan ihklas melakukan ritual puasa pada setiap kali dia menginginkan untuk ganti “baju”.
Tetapi karena keinginan ular hanya ingin awet muda dan cantik, maka, hanya dua keinginan itulah yang diperoleh ular. Selebihnya tidak mengubah apapun yang ada pada diri ular. Sifat jahat, membelit, ganas, melukai dan membunuh tetap melekat pada diri ular ketika selesai melakukan ritual puasanya.
Akan berbeda dengan yang berikut ini:
Semasa hidupnya ulat adalah seekor binatang yang menjijikkan. Bentuknya, bulunya, geraknya membuat orang enggan melihatnya apalagi memegangnya. Belum lagi perbuatannya yang cenderung merugikan manusia. Seperti merusak tanaman dengan memakan daunnya atau buahnya. Ulat bisa dengan cepat menghabiskan daun sebuah tanaman hanya dalam beberapa malam. Dan ini sangat merugikan, baik bagi tanaman itu sendiri ataupun bagi manusia yang telah merawatnya.
Tetapi kita akan melihat sesuatu peristiwa lain yang terjadi pada diri ulat. Ketika ulat “bertobat” dan insyaf untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang merugikan makhluk lain, sesuatu yang “aneh” tapi “nyata” bisa kita lihat. Dalam taubatnya, ulat melakukan ritual “puasa”. Tentu saja “puasa” yang sebenarnya. Setelah berpuasa sekian lama, ulat yang tadinya merupakan binatang yang menjijikkan bagi manusia, berubah fisiknya menjadi seekor “kupu-kupu” yang demikian “indah” dan begitu diminati oleh manusia. Keindahan sayapnya, gerakan terbangnya telah menarik perhatian manusia. Tapi kebanyakan kita hanya tertarik pada keindahannya saja. Tidak pernah tertarik untuk mengambil pelajaran apa yang dibawa oleh peristiwa “metamorfosis” ulat ini. Padahal jelas, peristiwa ini adalah “ayat” Allah. Bukti bahwa Allah akan memberikan sesuatu yang diinginkan oleh makhluknya. Metamorfosis ulat adalah bukti kuasa dan kehendak Allah untuk mewujudkan “keinginan” hambanya. Dan sarananya adalah “puasa”. Tentu saja “puasa” yang sempurna. Bukan puasa asal puasa.
Sedangkan peningkatan kualitas ulat setelah menjadi kupu-kupu melalui ritual “puasa” adalah :
• Beberapa pasang kaki yang mempunyai kemampuan memegang dengan kuat serta lebih terampil dari sebelumnya
• Mata yang mempunyai pandangan yang lebih jernih dan jauh lebih luas dari sebelumnya.
• Dua pasang sayap yang simetris dan bisa digerakkan dengan leluasa.
• Sepasang radar yang sensitif dan bisa diandalkan
• Corak sayap yang unik dan beraneka ragamnya.
• Warna-warnanya yang begitu indah
Sebagai penutup khutbah ini, khotib mengajak kepada kita semua untuk mengikuti shoum Romadlon ini dengan shoum 6 hari di Bulan Syawal, sebagaimana hadits Rosul :
عن أبي أيوب الأنصاري أن رسول الله قال: ((مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ)).{رواه مسلم}
Artinya: Dari Abu Ayyub Al Anshory bahwasanya Rosululloh bersabda:“Barang siapa yang shoum Romadlon kemudiann dia ikuti dengan shoum 6 hari dari Bulan Syawaal, maka itu seperti shoum sepanjang zaman)”. (H.R. Muslim: 1164).
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد.و بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات، إنك سميع مجيب الدعوات.
والحمدلله رب العالمين