Kamis, 30 Juli 2020

Teks KhutbahIdulAdh-ha 1441 H


بسم الله الرحمن الرحيم
KHUTBAH IDUL ADH-HA 1441 H

DASAR-DASAR KEHIDUPAN[1]
Dr. Ali Murtadlo, S.Ag., M.Pd.I[2]

الحمد لله رب العالمين.أشهد أن لا إله إلا الله، و أشهد أن محمدا عبده و رسوله. اللهم صل على محمد و على أله وصحبه أجمعين. أوصيكم و إياي نفسي بتقوى الله قفد فاز المتقون ولا تموتن إلا و أنتم مسلمون
قال الله تعالى:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
وقال:
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا
وقال:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا. يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمدe و شر الأمور محدثاتها، و كل محدثة بدعة، و كل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر3x
الله أكبر ولله الحمد.

Hadirin jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.

Segala puji hanya milik Allah I semata, Rabb yang senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, satu-satunya Ilah yang benar untuk disembah dan dipuja, yang tiada dzat lain yang layak disembah dengan benar selain Dia, Dzat yang layak dipuja dengan haq, tiada puja dan puji bagi yang lain selama menyelisihi-Nya. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad e, pemimpin dan penutup para nabi dan rasul, peribadi yang penuh tauladan yang baik, pemimpin yang mewariskan petunjuk terbaik bagi manusia, tidak ada aturan dan tatanan hidup yang lebih baik dari aturan dan tatanan hidup peninggalannya, Nabi dan Rasul yang barang saiapa yang dakwah Muhammad e telah sampai kepadanya, lalu ia tidak mau beriman, maka tidak ada tempat baginya melainkan neraka yang menyala-nyala. Na’udzubillaahi min dzaalik. Lalu keselamatan dan kesejahteraan semoga terlimpah juga kepada seluruh sahabatnya dan kepada siapa saja yang mengikuti sunnahnya, dan semoga diberi keistiqamahan dalam mengemban risalah akhir zaman ini.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر3x
الله أكبر ولله الحمد.
Pagi ini jama’ah haji berangkat ke Mina setelah kemarin siang wukuf di Arafah, lalu tadi malam menginap di Muzdalifah. Mereka tetap dengan penuh kekhusu’an melantunkan talbiyyah,walaupun pelaksanaan riual hajji tahun ini sangat dibatasi jumlah dan asaljama’ah hajji seiring dengan musibah pandemi covid-19. Semoga musibah ini segera Allah angkat dan gantikan dengan kesembuhan dan kesehatan.

لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك. إن الحمد و النعمة لك و الملك لا شريك لك.
Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu yang tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kekuasaan adalah milik-Mu yang tiada sekutu bagi-Mu.

Hadirin jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.

Pada kesempatan ini mailah kita renungkan sebagian dari khutbah Rasuullah pada saat hajji wada’ adalah:

Wahai manusia, perhatikanlah kata-kataku ini. Aku tak tahu, boleh jadi sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, aku tak lagi akan bertemu dengan kalian.
Wahai manusia, sungguh darah dan harta kalian adalah suci bagi kalian, seperti sucinya hari ini, juga bulan ini, sampai datang masanya kalian menghadap Tuhan... Saat itu kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan kalian...
Ingatlah baik-baik, janganlah kalian sekali-kali kembali pada kekafiran atau kesesatan sepeninggalku sehingga menjadikan kalian saling berkelahi satu sama lain...
Ingatlah baik-baik, hendaklah orang yang hadir pada saat ini menyampaikan nasihat ini kepada yang tidak tidak hadir. Boleh jadi sebagian dari mereka yang mendengar dari mulut orang kedua lebih dapat memahami daripada orang yang mendengarnya secara langsung... (HR al-Bukhari dan Muslim).[3]

Beliau pun bersabda:
Wahai manusia, ingatlah, Tuhan kalian satu. Bapak kalian juga satu.
Ingatlah, tak ada keutamaan bangsa Arab atas bangsa non-Arab. Tak ada pula keunggulan bangsa non-Arab atas bangsa Arab. Tidak pula orang berkulit putih atas orang berkulit hitam. Tidak pula orang berkulit hitam atas orang berkulit putih. Kecuali karena ketakwaannya... (HR Ahmad).[4]

Beliau juga bersabda.

Wahai manusia, sesungguhnya segala hal yang berasal dari tradisi jahiliah telah dihapus di bawah dua telapak kakiku ini...Riba jahiliah pun telah dilenyapkan...
Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan wanita (istri). Sebab kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan telah menghalalkan farji-farji mereka dengan kalimat-Nya...
Wahai manusia, sesungguhnya telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang menjadikan kalian tidak akan tersesat selama-lama jika kalian berpegang teguh pada keduanya. Itulah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya... (HR Ibnu Khuzaimah).

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر3x
الله أكبر ولله الحمد.
Hadirin jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.

Dari kutipan khutbah Raulullah Saw tersebut di atas dapat kita ambil pelajaran antara lain sebagai berikut:
  1. Dalam masalah keyakinan Rasulullah Muhammad saw tegaskan bahwa kehormatan manusia hanyalah dengan Islam. Keyakinan selainnya adalah bathil dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah pesan mendalam seluruh Utusan Allah yang mulia sejak Nabi Adam as hingga Muhammad saw penutup Nabi dan Rasul.
  2. Islam sangat ketat dan perhatian akan hak asasi manusia. Dengan ungkapan yang singkat dan mendalam yaitu  darah dan harta manusia adalah terlindungi atau haram satu dengan yang lain kecuali ada hal-hal yang mengecualikannya. Manuia semua sama dihadapan Allah bangsa apapun, kecuali taqwa yang membedakan. Masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatan kita masing-masing di hadapan Allah swt. Karena itu tidak boleh ada yang merasa lebih superior, lebih merasa mulya hanya karena harta, anak, jabatan, status sosial dan perkara-perkara duniawiyah lalainnya.
  3. Penyimpangan dari aturan Allah atau ungkapan singkatnya adalah segala kekafiran dan kemaksiatan, hanya akan membawa kepada kemalangan dan kesengsaraan yang hakiki. Segala norma kehidupan yang menyimpang dari aturan Allah hanya akan berujung pada pertikaian dan permusuhan. Salah satu diantaranya adalah masalah mencari nafkah dengan cara yang menyimpang yaitu riba. Dengan tegas Allah telah menyatakan riba itu haram dan Rasulullah saw memasukkan kepada kebiasaan jahiliyyah yang sudah dengan tegas Rasul hilangkan saat beliau bersama dengan para sahabat yang mulia.
  4. Dalam urusan pendidikan Rasuullah saw berpesan untuk memperhatikan wanita. Dalam hal ini adalah sebagai istri. Kaum suami telah mengambil amanah besar dari para wali mereka dengan amanah Allah swt dunia dan akhirat. Kalau kita renungkan lebih dalam baik buruknya sebuah bangsa bahkan peradabannya tidak lepas dari kaum wanita. Hal ini sangat relevan karena para wanitalah yang menjadi madrasah pertama bagi generasi penerus. Ibu telah mengandungnya hingga menyusui, saat itu ada komunikasi antar anak dan janin atau bayi. Ketika diasuh para pengasuh, maka di lingkungan merekalah anak-anak akan tumbuh. Seterusnya baru dikirim ke lembaga-lembaga pendidikan ataupun asuhan para pengasuh lainnya. Karena itu wanita mempunyai peran besar terhadap keselamatan ummat manusia.
  5. Terakhir Rasul saw berpesan bahwa kunci keselamatan dunia akhirat adalah berpegang teguh pada dua pusaka yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Barang siapa yang menyelisihi keduanya pasti akan tersesat jalan hidupnya dan berakhir kesngsaraan di akhirat kelak. Na’uudzu billaah min dzaalik.
Karena itu momen idul adh-ha ini marilah kita meneladani para pendahulu kita yang sholih, seperti ketaatan dan kesabaran Ibrahim dan Isma’il, ketawakalan Ibunda Hajar, dan meneruskan kewajiban da’wah atas misi kerisalahan Rasulullah Muhammad saw.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر3
الله أكبر ولله الحمد.
Hadirin jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.
Dengan meneladani keluarga Ibrahim dan manasik haji Rasulullah e kita akan dapati pelajaran yang penting antara lain:
  1. Keikhlashan amal, baik amal hati, lisan maupun anggota badan hanya kepada Allah I semata sebagaimana hanfnya Ibrahim.
  2. Jiwa sabar dan pantang menyerah dalam menghadapi segala problema hidup, tetap full tawakkal kepada Allah dengan  tidak meninggalkan ikhtiar sebagai sunnatullah yang semestinya sebagaimana ditampilkan dengan gemilang oleh Isma’il dan Ibunda Hajar t.

Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdoa:
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد.و بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

Ya Allah, Yaa Ma’buud. Terimalah shalat kami, terimalah shaoum kami, terimalah zakat kami dan semua ibadah kami.
اللهم لا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل الدنيا أكبر هــمنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لا يرحمنا
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan musibah yang menimpa kami ini mengenai din kami, janganlah Engkau jadikan dunia ini menjadi cita-cita kami yang tertinggi dan janglah Engkau jadikan dunia sebagai puncak ilmu kami, janganlah Engkau kuasakan atas kami orng-orang yang tidak menyayangi kami.
 اللهم انصر المجاهدين في كل مكان واجمع كلمتهم وثبت أقدامهم وانصرهم علي عدوك وعدوهم وانصرهم نصرا مؤزرا
Ya Allah, tolonglah para mujahidin di segala tempat dan satukanlah kalimat mereka, teguhkanlah pendirianmereka, bantulan mereka untuk mengalahkan musuh-Mu dan musuh mereka, bantulah mereka dengan pertolongan berlimpah.
اللهم أنج المجاهدين المسجونين والغارّين بدينهم في كل مكان
Ya Allah selamatkanlah para mujahidin yang terpenjarakan dan mereka yang di tempat-tempat terpencil untuk menyelamatkan din mereka di segala tempat.
اللهم العن كفرة أهل الكتاب الذين يصدون عن سبيلك ويكذبون رسلك و يقاتلون أولياءك.
Ya Allah, timpakan laknat kepada orang-orang kafir dari kalangan ahlu kitab yang menghalangi dari jalan-Mu serta mendustakan utusan-Mu dan membunuhi para wali-Mu.
اللهم خالف بين كلمهم وأنزل بهم بأسك الذي لا ترده عن القوم المجرمين
Ya Allah cerai beraikan antara kalimat mereka, timpakan kepada mereka siksa-Mu yang tidak ada yang mampu menolaknya dari kaum yang jahat.

Yaa Allah jadikan wabah covid-19 yang Engkau hadirkan ini sebagai wasilah penghapus dosa-dosa kami dan pengangkat derajat kami. Berilah kesabaran atas saudara kami yang sakit, dan segera berilah kesembuhan, serta jagalah kami agar tidak terpapar bahayanya.Yaa Allah Dzat Yang Maha Kuasa segera angkatkan wabah ini, gantikanlah dengan kesembuhan dan kebahagiaan.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة وقنا عذاب النار ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم سبحان ربك رب العزة عما يصفون و سلام على المرسلين . والحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته



[1] Disampaikan pada Khutbah Idul Adh-ha 1441 H.
[2] Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Metro 2015 – 2020, Ketua Dewan Da’wah Kota Metro 2015 – 2018.
[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim melalui beberapa jalan dengan berbagai macam redaksinya,diantaranya Bukhori No: 6785 dan Muslim No: 1679.
[4] H.R Ahmad.No: 22391.

Sabtu, 23 Mei 2020

Teks Khutbah Idul Fitri 1441 H


Bismillah 01TARBIYAH ROMADLONA SIKAPI CORONA
Oleh: Dr. Ali Murtadlo, M.Pd.I[1]

الحمد لله رب العالمين.أشهد أن لا إله إلا الله، و أشهد أن محمدا عبده و رسوله. اللهم صل على محمد و على أله وصحبه أجمعين. أوصيكم و إياي بتقوى الله قفد فاز المتقون ولا تموتن إلا و أنتم مسلمون قال الله تعالى: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون وقال: يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا وقال: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا. يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما، فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمدe و شر الأمور محدثاتها، و كل محدثة بدعة، و كل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر3  x
الله أكبر ولله الحمد.
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah swt yang senantiasa melimpahkan nikmat Iman dan Islam, setelah itu pemahaman kita yang benar terhadap Islam dan niat yang jujur dalam pengamalan Islam ini. Tidak hanya kita pilih mana-mana yang sesuai dengan keinginan kita, sementara kita meninggalkan hal-hal yang karena kita tidak suka.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, para sahabat dan seluruh ummat manusia yang istiqomah mengikuti jalannya hinga hari kiamat kelak.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Pada pagi ini, hari ini seluruh ummat Islam merayakan hari raya, hari kemenangan setelah sebulan penuh melampaui tarbiyah, Hari Raya Idul Fitri, hari boleh berbuka di siang hari dan semoga kita menjadi seperti bayi yang baru saja dilahirkan dari ibu kita sebagaimana Allah janjikan. Sungguh celaka bagi orang yang bertemu Ramadlan, hingga bulan itu berakhir, dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah. Hal ini karena ia menyia-nyiakan kesempatan baik selama Bulan Ramadlan. Semoga kita benar benar menjadi hamba yang bertaqwa sebagaimana yang tercantum dalam syari’at shoum yaitu untuk mencetak peribadi muttaqi, yang taat dan takut kepada Allah swt. Mentaati perintah-Nya sehingga berhak mendapatkan pahala yang baik baik di dunia maupun di akherat, serta menghindari larangan-Nya karena takut akan siksa-Nya.
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Baqarah[2]:183).

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Kaum muslimin hampir di seluruh bagian dunia tidak luput pula kita di Indonesia, menjaani Ramadlan tahun ini dengan ditengah suasana wabah merebaknya Virus Corona jenis baru yang ditemukan pada akhir 2019 baru-baru lalu. Karena itu virus itu kini dikenal dengan sebutan CoronaVirus Disease 2019 atau di singkat Covid-19. Menurut informasi dunia medis, bahwa covid-19 ini termasuk virus yang berbahaya dan mematikan karena serangan yang paling banyak pada organ paru atau pernafasan dengan memproduksi lendir yang sangat kental. Jika kondisi berlanjut parah maka akan menyumbat saluran pernafasan di rongga paru-paru yang menyebabkan gagal nafas dan bisa berakibat kematian. Sebagai seorang mukmin, kita yakin dengan sepenuhnya bahwa kematian adalah rahasia Allah swt yang akan datang kepada semua makhluk yang bernyawa, tetapi sebagai upaya pencegahan dari suatu penyakit dan pengobatan darinya, maka ikhtiar kauniyah manusia harus tetap kita lakukan.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Mensikapi itu semua, maka ada beberapa catatan sudut pandang, paling tidak sebagai berikut:
Pertama: selamatkan akidah dari kesyirikan. Murninya akidah seorang muslim merupakan kunci kebahagiaan seorang. Bahkan ianya menjadi pemisah antara kebahagiaan keberuntungan seseorang ataupun kesengsaraan seseorang.
Seorang mu’min muttaqi meyakini sepenuhnya bahwa wabah covid-19 ini datang dariAllah Swt, dan ianya adalah hamba Allah. Covid-19 melaksanakan ketentuan dari Allah swt. Karena itu hendaknya dari sudut pandang keimanan kepada Allah, kita yakin pasti ada hikmah besar di balik situasi ini. Allah yang mendatangkan, maka kepada Allah pulahendaknyakitamemohonn untuk segera mengangkat situasi buruk ini. Jangan berpaling kepada kesyirikan, khurofat dan hal-halyang justru mendatangkan murka Allah swt.
Seseorang yang dipanggil Allah dalam keadaan mensyerikatkan Allah dengan sesuatupun dan ia belum sempat untuk taubat kepada Allah, maka ia akan masuk neraka. Sebaliknya siapapun yang meninggalkan dunia ini dalam keadaaan memurnikan tauhid kepada Allah, maka ianya akan dijamin jannah. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam sabda Rasul saw:

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا شَقِيقٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ وَقُلْتُ أَنَا مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ (رواه البخاري: 4/458)
Rasulullah e bersabda: “Siapa saja yang meninggal dalam keadaan mensyerikatkan Allah dengan sesuatupun, maka dia masuk neraka”, dan Abdullah berkata: “Siapa yang meninggal tidak menyerikatkan Allah dengan sesuatupun, maka ia masuk jannah.” (H.R. Bukhari: IV/458).

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Yang kedua Ibadah yang benar sesuai dengan apa yang Rasul tuntunkan.
Madrasah Romadlan meluluskan para alumni Fitri yang muttaqi. Maka amalan-amalan yang sudah kita biasakan pada Ramadlan hendaknya bisa kita pelihara. Shalat jama’ah lima waktu, tilawah ayat-ayat Al Qur’an, begitu juga amalan sunnah lainnya. Mungkin hingga beberapa waktu ke depan, kita juga belum bisa pastikan, kebijakan social distancing, psbb di beberapa tempat, bahkan beberapa tempat masjid sudah dibatasi penggunaannya. Maka bagi yang masih ada kesempatan, badan sehat, bukan ODP apalagi PDP, di daerah tidak rawan penuaran covid-19, utamanya para pria, maka makmurkan masjid, asah nurani dan intuisi kita dengan nilai-nilai Ilahiyah. Para ibu dan gadis remaja serta pemudi, makmurkan rumah kalian dengan suasana Islami dan Imani. Sungguh Allah akan mencintai seorang hamba yang senantiasa mendekat kepada Allah dengan amalan fardlu dan amalan sunnah. Maka dengan ibadah yang “imaanan wa ihtisaaban” semoga Allah akan memberikan pengampunan kepada kita sebagaimana sabda Rasulullah saw:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah t berkata: Rasulullah e bersabda: “Siapa saja yang shaum Ramadlan dengan iman dan mengharap ridla Allah semata, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (H.R. Bukhari: No: 37/I/67).

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah t berkata: Rasulullah e bersabda: “Siapa saja yang qiyam Ramadlan (melaksanakan shalat tarawih) dengan iman dan mengharap ridla Allah semata, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (H.R. Bukhari: No: 36/I/65).

Dalam pengamalan agama secara umum Allah berfirman:
بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (112)
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah : 112)

Dalam ajaran Islam, ibadah mempunyai posisi yang strategis, yaitu: tujuan diciptakannya manusia dan jin [al- Dzaariyaat (51):56], tujuan diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab [al-Nahl (16):36; al-Anbiya’ (21):25], ibadah merupakan aktivitas para malaikat [al-Anbiya (21): 19-20], ibadah merupakan sifat utama penduduk jannaj [al-Insan (76):6], ibadah merupakan satu-satunya sarana mendekatkan diri kepada Allah [al Mukminun (23):57-61).

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Yang ketiga adalah Akhlak yang mulia. Buah dari akidah yang benar selama tarbiyah pada Madrasah Ramadlan adalah makin bagusnya akhlak seorang muslim muttaqy. Sungguh dalam shaum dan Ramadlan terdapat begitu banyak pelajaran akhlak. Dalam kaitannya wabah covid-19 ini kita berakhlak mulia kepada Allah swt antara lain berbaik sangka kepada Allah swt bahwasanya situasi ini sebagai bahan ujian kepada hamba-Nya yang beriman agar mencapai derajat dicintai Allah, bukan sebagai siksa karena murka Allah kepada kita.

عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَ إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا إِبْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ" . (حسنه الترمذي)
Artinya: “Dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah saw beliau bersabda: ”Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan beratnya bala dan sesunggunya Allah bila mencintai suatu kaum, maka Allah akan mencobai mereka, maka barang siapa yang ridlo maka baginya keridloan (Allah) dan barang siapa yang menggerutu, maka baginya kemurkaan (Allah).” (HR.AlTirmidzi dan menghasankannya)



الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، و لله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat, hadirin wal hadirat rahimakumullah.

Termasuk akhlak mulia adalah berbaik sangka kepada Allah adalah ridlo dengan keentuan Allah ini dengan memurnikan permohonan kepada Allah agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan segera mengangkat musibah ini serta menjadi wasilah meninggikan derajat kita, karena kita menjadi hamba yang makin pandai bersyukur dengan segala kenikmatan dan karunia serta semakin peka dengan kealpaan kita.
Termasuk akhlak mulia adalah sikap hidup sederhana dan hemat. Kita tidak tahu akan berlangsung berapa lama situasi wabah covid-19 ini. Sementara dampaknya merambah ke berbagai lini kehidupan, mulai dari kesehatan, peribadahan, pendidikan, transportasi, perekonomian bahkan roda pemerintahan. Selain ketahan kesehatan, maka sektor ketahanan pangan harus mendapatkan perhatian kita semua. Hal ini karena sarana atau wasilah penghidupan ma’isyah menghadapi situasi yang tidak menentu jika situasi wabah begini berkepanjangan. Karena itu wajib atas kita untuk hidup hemat, juga peduli kepada yang lebih lemah. Persiapkan daya tahan hidup pada segala sektor utamanya kesehatan, perekonomian, keamanan dan lapangan pekerjaan.

Sebagai penutup khutbah ini, khotib mengajak kepada kita semua untuk mengikuti shoum Romadlon ini dengan shoum 6 hari di Bulan Syawal, sebagaimana hadits Rosul saw:
عن أبي أيوب الأنصاري   أن رسول الله قال: ((مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ)).{رواه مسلم}
Artinya: Dari Abu Ayyub Al Anshory ra bahwasanya Rosululloh saw bersabda:“Barang siapa yang shoum Romadlon kemudiann dia ikuti dengan shoum 6 hari dari Bulan Syawaal, maka itu seperti shoum sepanjang zaman)”. (H.R. Muslim: 1164).

Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdoa:
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد.و بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

Ya Allah, Yaa Ma’buud. Terimalah shalat kami, terimalah shaoum kami, terimalah zakat kami dan semua ibadah kami.
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.
اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari doa yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’I).

Yaa Allah jadikan wabah covid-19 yang Engkau hadirkan ini sebagai wasilah penghapus dosa-dosa kami dan pengangkat derajat kami. Berilah kesabaran atas saudara kami yang sakit, dan segera berilah kesembuhan, serta jagalah kami agar tidak terpapar bahayanya.Yaa Allah Dzat Yang Maha Kuasa segera angkatkan wabah ini, gantikanlah dengan kesembuhan dan kebahagiaan.
 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

وصل على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. و الحمد لله رب العالمين
$$$




[1] Ketua Dewan Da’wah Kota Metro Lampung 2018-2021.