بسم الله الرحمن الرحيم
KHUTBAH IDUL
ADH-HA 1441 H
DASAR-DASAR KEHIDUPAN[1]
Dr. Ali Murtadlo, S.Ag., M.Pd.I[2]
الحمد لله رب العالمين.أشهد أن لا إله إلا
الله، و أشهد أن محمدا عبده و رسوله. اللهم صل على محمد و على أله وصحبه أجمعين.
أوصيكم و إياي نفسي بتقوى الله قفد فاز المتقون ولا تموتن إلا و أنتم مسلمون
قال الله تعالى:
يا أيها الذين آمنوا
اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
وقال:
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس
واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به
والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا
وقال:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا
سديدا. يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما
فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي
محمدe و شر الأمور محدثاتها، و كل محدثة بدعة، و كل بدعة ضلالة، وكل
ضلالة في النار.
الله أكبر، الله أكبر،
الله أكبر3x
الله أكبر ولله الحمد.
Hadirin
jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.
Segala puji
hanya milik Allah I semata, Rabb
yang senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, satu-satunya
Ilah yang benar untuk disembah dan dipuja, yang tiada dzat lain yang layak
disembah dengan benar selain Dia, Dzat yang layak dipuja dengan haq, tiada puja
dan puji bagi yang lain selama menyelisihi-Nya. Sholawat dan salam semoga tetap
tercurah kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad e,
pemimpin dan penutup para nabi dan rasul, peribadi yang penuh tauladan yang
baik, pemimpin yang mewariskan petunjuk terbaik bagi manusia, tidak ada aturan
dan tatanan hidup yang lebih baik dari aturan dan tatanan hidup peninggalannya,
Nabi dan Rasul yang barang saiapa yang dakwah Muhammad e
telah sampai kepadanya, lalu ia tidak mau beriman, maka tidak ada tempat
baginya melainkan neraka yang menyala-nyala. Na’udzubillaahi min dzaalik. Lalu
keselamatan dan kesejahteraan semoga terlimpah juga kepada seluruh sahabatnya
dan kepada siapa saja yang mengikuti sunnahnya, dan semoga diberi keistiqamahan
dalam mengemban risalah akhir zaman ini.
الله أكبر، الله أكبر،
الله أكبر3x
الله أكبر ولله الحمد.
Pagi ini jama’ah
haji berangkat ke Mina setelah kemarin siang wukuf di Arafah, lalu tadi malam
menginap di Muzdalifah. Mereka tetap dengan penuh kekhusu’an melantunkan talbiyyah,walaupun pelaksanaan riual hajji tahun ini sangat dibatasi jumlah dan
asaljama’ah hajji seiring dengan musibah pandemi covid-19. Semoga musibah ini
segera Allah angkat dan gantikan dengan kesembuhan dan kesehatan.
لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك. إن
الحمد و النعمة لك و الملك لا شريك لك.
Aku penuhi
panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu yang
tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan
nikmat serta kekuasaan adalah milik-Mu yang tiada sekutu bagi-Mu.
Hadirin
jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.
Pada kesempatan ini
mailah kita renungkan sebagian dari khutbah Rasuullah pada saat hajji wada’
adalah:
Wahai manusia,
perhatikanlah kata-kataku ini. Aku tak tahu, boleh jadi sesudah tahun ini,
dalam keadaan seperti ini, aku tak lagi akan bertemu dengan kalian.
Wahai manusia,
sungguh darah dan harta kalian adalah suci bagi kalian, seperti sucinya hari
ini, juga bulan ini, sampai datang masanya kalian menghadap Tuhan... Saat itu
kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan kalian...
Ingatlah baik-baik,
janganlah kalian sekali-kali kembali pada kekafiran atau kesesatan
sepeninggalku sehingga menjadikan kalian saling berkelahi satu sama lain...
Ingatlah baik-baik,
hendaklah orang yang hadir pada saat ini menyampaikan nasihat ini kepada yang
tidak tidak hadir. Boleh jadi sebagian dari mereka yang mendengar dari mulut
orang kedua lebih dapat memahami daripada orang yang mendengarnya secara
langsung... (HR al-Bukhari dan Muslim).[3]
Beliau pun
bersabda:
Wahai manusia,
ingatlah, Tuhan kalian satu. Bapak kalian juga satu.
Ingatlah, tak ada
keutamaan bangsa Arab atas bangsa non-Arab. Tak ada pula keunggulan bangsa
non-Arab atas bangsa Arab. Tidak pula orang berkulit putih atas orang berkulit
hitam. Tidak pula orang berkulit hitam atas orang berkulit putih. Kecuali
karena ketakwaannya... (HR Ahmad).[4]
Beliau juga
bersabda.
Wahai manusia,
sesungguhnya segala hal yang berasal dari tradisi jahiliah telah dihapus di
bawah dua telapak kakiku ini...Riba jahiliah pun telah dilenyapkan...
Wahai manusia,
bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan wanita (istri). Sebab kalian telah
mengambil mereka dengan amanah Allah dan telah menghalalkan farji-farji mereka
dengan kalimat-Nya...
Wahai manusia,
sesungguhnya telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang menjadikan
kalian tidak akan tersesat selama-lama jika kalian berpegang teguh pada
keduanya. Itulah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya... (HR Ibnu Khuzaimah).
الله أكبر، الله أكبر،
الله أكبر3x
الله
أكبر ولله الحمد.
Hadirin
jama’ah Idul Adh-ha rahimakumullah.
Dari kutipan
khutbah Raulullah Saw tersebut di atas dapat kita ambil pelajaran antara lain
sebagai berikut:
- Dalam masalah keyakinan Rasulullah Muhammad saw tegaskan bahwa
kehormatan manusia hanyalah dengan Islam. Keyakinan selainnya adalah
bathil dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah pesan mendalam
seluruh Utusan Allah yang mulia sejak Nabi Adam as hingga Muhammad saw
penutup Nabi dan Rasul.
- Islam sangat ketat dan perhatian akan hak asasi manusia. Dengan
ungkapan yang singkat dan mendalam yaitu
darah dan harta manusia adalah terlindungi atau haram satu dengan
yang lain kecuali ada hal-hal yang mengecualikannya. Manuia semua sama
dihadapan Allah bangsa apapun, kecuali taqwa yang membedakan.
Masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatan
kita masing-masing di hadapan Allah swt. Karena itu tidak boleh ada yang
merasa lebih superior, lebih merasa mulya hanya karena harta, anak,
jabatan, status sosial dan perkara-perkara duniawiyah lalainnya.
- Penyimpangan dari aturan Allah atau ungkapan singkatnya adalah segala kekafiran
dan kemaksiatan, hanya akan membawa kepada kemalangan dan kesengsaraan
yang hakiki. Segala norma kehidupan yang menyimpang dari aturan Allah
hanya akan berujung pada pertikaian dan permusuhan. Salah satu diantaranya
adalah masalah mencari nafkah dengan cara yang menyimpang yaitu riba.
Dengan tegas Allah telah menyatakan riba itu haram dan Rasulullah saw
memasukkan kepada kebiasaan jahiliyyah yang sudah dengan tegas Rasul
hilangkan saat beliau bersama dengan para sahabat yang mulia.
- Dalam urusan pendidikan Rasuullah saw berpesan untuk memperhatikan
wanita. Dalam hal ini adalah sebagai istri. Kaum suami telah mengambil
amanah besar dari para wali mereka dengan amanah Allah swt dunia dan
akhirat. Kalau kita renungkan lebih dalam baik buruknya sebuah bangsa
bahkan peradabannya tidak lepas dari kaum wanita. Hal ini sangat relevan
karena para wanitalah yang menjadi madrasah pertama bagi generasi penerus.
Ibu telah mengandungnya hingga menyusui, saat itu ada komunikasi antar
anak dan janin atau bayi. Ketika diasuh para pengasuh, maka di lingkungan
merekalah anak-anak akan tumbuh. Seterusnya baru dikirim ke lembaga-lembaga
pendidikan ataupun asuhan para pengasuh lainnya. Karena itu wanita
mempunyai peran besar terhadap keselamatan ummat manusia.
- Terakhir Rasul saw berpesan bahwa kunci keselamatan dunia akhirat
adalah berpegang teguh pada dua pusaka yaitu Al Qur’an dan Sunnah
Rasulullah saw. Barang siapa yang menyelisihi keduanya pasti akan tersesat
jalan hidupnya dan berakhir kesngsaraan di akhirat kelak. Na’uudzu
billaah min dzaalik.
Karena itu momen
idul adh-ha ini marilah kita meneladani para pendahulu kita yang sholih, seperti
ketaatan dan kesabaran Ibrahim dan Isma’il, ketawakalan Ibunda Hajar, dan
meneruskan kewajiban da’wah atas misi kerisalahan Rasulullah Muhammad saw.
الله أكبر، الله أكبر،
الله أكبر3
الله
أكبر ولله الحمد.
Hadirin jama’ah
Idul Adh-ha rahimakumullah.
Dengan
meneladani keluarga Ibrahim dan manasik haji Rasulullah e kita
akan dapati pelajaran yang penting antara lain:
- Keikhlashan
amal, baik amal hati, lisan maupun anggota badan hanya kepada Allah I
semata sebagaimana hanfnya Ibrahim.
- Jiwa
sabar dan pantang menyerah dalam menghadapi segala problema hidup, tetap
full tawakkal kepada Allah dengan
tidak meninggalkan ikhtiar sebagai sunnatullah yang semestinya sebagaimana ditampilkan dengan gemilang oleh Isma’il dan Ibunda Hajar
t.
Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah
shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdoa:
اللهم
صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد.و
بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah,
ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang
masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha
Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.
Ya Allah, Yaa Ma’buud. Terimalah shalat kami,
terimalah shaoum kami, terimalah zakat kami dan semua ibadah kami.
اللهم لا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل
الدنيا أكبر هــمنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لا يرحمنا
Ya Allah, janganlah Engkau
jadikan musibah yang menimpa kami ini mengenai din kami, janganlah Engkau
jadikan dunia ini menjadi cita-cita kami yang tertinggi dan janglah Engkau
jadikan dunia sebagai puncak ilmu kami, janganlah Engkau kuasakan atas kami
orng-orang yang tidak menyayangi kami.
اللهم انصر المجاهدين في كل مكان واجمع كلمتهم
وثبت أقدامهم وانصرهم علي عدوك وعدوهم وانصرهم نصرا مؤزرا
Ya Allah, tolonglah para
mujahidin di segala tempat dan satukanlah kalimat mereka, teguhkanlah
pendirianmereka, bantulan mereka untuk mengalahkan musuh-Mu dan musuh mereka,
bantulah mereka dengan pertolongan berlimpah.
اللهم أنج المجاهدين المسجونين والغارّين
بدينهم في كل مكان
Ya Allah selamatkanlah para
mujahidin yang terpenjarakan dan mereka yang di tempat-tempat terpencil untuk
menyelamatkan din mereka di segala tempat.
اللهم العن كفرة أهل الكتاب الذين يصدون عن
سبيلك ويكذبون رسلك و يقاتلون أولياءك.
Ya Allah, timpakan laknat
kepada orang-orang kafir dari kalangan ahlu kitab yang menghalangi dari
jalan-Mu serta mendustakan utusan-Mu dan membunuhi para wali-Mu.
اللهم خالف بين كلمهم وأنزل بهم بأسك الذي لا
ترده عن القوم المجرمين
Ya Allah cerai beraikan
antara kalimat mereka, timpakan kepada mereka siksa-Mu yang tidak ada yang
mampu menolaknya dari kaum yang jahat.
Yaa Allah
jadikan wabah covid-19 yang Engkau hadirkan ini sebagai wasilah penghapus
dosa-dosa kami dan pengangkat derajat kami. Berilah kesabaran atas saudara kami
yang sakit, dan segera berilah kesembuhan, serta jagalah kami agar tidak
terpapar bahayanya.Yaa Allah Dzat Yang Maha Kuasa segera angkatkan wabah ini,
gantikanlah dengan kesembuhan dan kebahagiaan.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة
وقنا عذاب النار ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب
الرحيم سبحان ربك رب العزة عما يصفون و سلام على المرسلين . والحمد لله رب
العالمين
والسلام عليكم ورحمة
الله وبركاته
[2] Anggota
Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Metro 2015 – 2020, Ketua Dewan Da’wah Kota
Metro 2015 – 2018.
[3] Hadits ini
diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim melalui beberapa jalan dengan berbagai
macam redaksinya,diantaranya Bukhori No: 6785 dan Muslim No: 1679.
